tag
Mobil

Red Bull Masih Prihatinkan Kinerja Mesin Renault

Rabu, 02 Juli 2014 12:45 WIB
Christian Horner masih menyatakan keprihatinan Red Bull terhadap performa mesin Renault di F1 musim ini.
  • Red Bull Masih Prihatinkan Kinerja Mesin Renault
    INTERNET

    Dua petinggi tim Infiniti Red Bull Racing, Andrian Newey (kiri/Kepala Teknik), dan pimpinan tim, Christian Horner, menyaksikan aksi dalam balapan Red Bull Open House Go Karting di Daytona Motorsport, Milton Keynes, Inggris, Selasa (01/07/14).

Pimpinan tim Red Bull, Christian Horner, khawatir dengan performa mesin Renault dalam dua musim F1 terakhir. Selasa (01/07/14), Horner menginginkan pabrikan mesin Prancis itu meningkatkan kinerjanya.

"Kami telah duduk bersama mengekspresikan segala keprihatinan kami terhadap Renault pada musim gugur 2012. Mereka telah mengerti semuanya. Mereka tak berada di Formula One untuk memperbaiki angka," sebut Horner yang dilansir Guardian, Selasa.

"Mereka (Renault) telah mengantongi kesuksesan menakjubkan selama masa-masa mereka di F1 dan mereka menyatakan berada di sini untuk berkompetisi dan bukan cuma sekadar memperbaiki angka. Hal-hal di luar kesuksesan ada dalam agenda mereka. Saya yakin mereka menuju tujuan tersebut dalam waktu dekat ke depan," sambung dia lagi.

Red Bull adalah Juara Dunia F1 dalam empat musim terakhir. Namun pada musim ini, mereka kalah teak dari Mercedes. 

Pada balapan terakhir di Australia, sebelas hari lalu, Horner naik pitam dengan performa mesin Renault. Dia mengatakan, "Situasi tak membaik. Keandalan (Renault) tak bisa diterima. Begitu pula dengan performa. Harus ada perubahan di tubuh Renault. Tak bisa berlanjut seperti ini."

Sejumlah pihak memperkirakan Red Bull akan beralih pasokan ke pabrikan lain atau malah memproduksi mesin sendiri. 

Bicara di dekat markas Red Bull di Milton Keynes, Inggris, Selasa waktu setempat, Horner bilang, "Jelas awal yang sulit tahun ini bagi mereka (Renault). Banyak orang pintar di sana. Kami telah memenangi delapan kejuaraan dunia bersama mereka dalam empat tahun terakhir dan menjuarai hampir 50 balapan. Jadi, banyak talenta di sana. Paket yang ada saat ini tak berjalan menyatu."

Namun, Horner menolak mengibarkan bendera putih. Menyerah tak ada dalam kamus Horner meski Red Bull tertinggal 158 poin dari Mercedes dalam klasemen konstruktor. Ditambah lagi, peluang Sebastian Vettel mempertahankan Juara Dunia F1 nyaris musnah. Pebalap Jerman itu masih berada di papan kelima klasemen sementara pebalap, tercecer 105 poin di belakang sang pimpinan, Nico Rosberg.

"Saya pikir kami akan lebih banyak bicara di Silverstone, ketimbang di Austria atau Montreal. Performa paling dekat kami mendekati Mercedes tahun ini adalah ketika balapan di Malaysia, Monaco, dan Barcelona. Silverstone punya trek serupa dan kami berharap dengan segala perbaikan yang telah dilakukan, kami akan memperpendek jarak," papar Horner.

"Dalam lomba itu, pebalap yang mampu finish 1-2 akan jadi favorit, tapi kami telah melihat saat lawan berada di bawah tekanan, seperti di Montreal, segalanya bisa berubah. Kami harus berusaha mengejar mereka. Sudah jadi tugas kami untuk memburu mereka," tandas Horner.


Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Red Bull #F1
  • comment
Artikel Terkait
Komentar