tag
Mobil
GP F1 Austria

Red Bull Kritik Pedas Mesin Renault

Senin, 23 Juni 2014 09:15 WIB
Red Bull menyatakan kerusakan mesin Renault tak bisa diterima di GP F1 Austria.
  • Red Bull Kritik Pedas Mesin Renault
    GETTY IMAGES

    Tim pitstop Red Bull tengah mengerubungi tunggangan Sebastian Vettel di MotoGP F1 Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Styria, Minggu (22/06/14).

  • Red Bull Kritik Pedas Mesin Renault
    GETTY IMAGE

    Christian Horner (F1 Team Principal Red Bull)

  • Red Bull Kritik Pedas Mesin Renault
  • Red Bull Kritik Pedas Mesin Renault
Bos Red Bull, Christian Horner, melayangkan kritik pedas terhadap Renault pasca-GP F1 Austria, Minggu (22/06/14). Horner menyatakan tak bisa menerima alasan kerusakan mesin apa pun yang disodorkan pabrikan mesin Prancis itu di Sirkuit Red Bull Ring.

"Situasi ini tak membaik. Keandalan (Renault) tak bisa diterima. Begitu juga perfomanya," keluh Horner yang dilansir BBC. "Perlu ada perubahan di tubuh Renault. Tak bisa berlanjut seperti ini."

Berlaga di sirkuit sendiri, Red Bull dipermalukan Mercedes. Daniel Ricciardo hanya mampu finish pada peringkat delapan, sementara Juara Dunia F1 musim lalu, Sebastian Vettel, malah harus pensiun dini dalam balapan itu, akibat kerusakan mesin.

Mesin Renault --seperti Ferrari-- memang beperforma sangat tak memuaskan dengan apa yang didemonstrasikan Mercedes. Bukan hanya tim sendiri, pabrikan Jerman itu membuat tiga tim yang dipasoknya --Williams, Force India, dan McLaren-- mampu sengit berkompetisi dan bahkan beberapa kali melibas Red Bull dan Ferrari.

Horner yakin Renault perlu perubahan fundamental pada organisasinya, sebelum berharap dapat bersaing dengan Mercedes.

"Sesuatu harus terjadi, karena apa pun yang dilakukan di sana (internal Renault) tak bekerja dengan baik," ucap Horner. 

"Itu bukan urusan kami, bukan pula tanggung jawab kami," tambah Horner. "Kami hanya konsumen dan adalah hal yang membuat frustrasi ketika sesuatu yang sudah seperlunya terjadi, tak ada apa-apa untuk saat ini."

Namun, insiden itu tak membuat Red Bull berpaling. Untuk musim depan, mereka masih akan tetap menerima pasokan mesin Renault, meski akhirnya dia mengaku timnya tengah mencari opsi lain. Yang pasti, Horner menolak kemungkinan Red Bull mengembangkan mesin sendiri.

"Yang pertama kami butuh melihat apa yang rencana Renault. Tim seperti Red Bull tak pernah kurang pilihan, tapi kami harus memastikan diri mampu bersaing dengan tim lain untuk waktu yang lama," tegas Horner.

"Yang jelas mendesain dan memproduksi mesin tim sendiri bukan bagian rencana kami," tandas Horner. "Kami tak berkeinginan menjadi pabrikan mesin. Kami hanya ingin bekerja sama dengan partner yang kuat," ucap Christian Horner.

Pada akhir pekan lalu, sejumlah petinggi VW-Audi-Porsche Group adalah tamu-tamu kehormatan Red Bull. 


Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#F1
  • comment
Artikel Terkait
Komentar